Sikapnya santun sekali
Wajahnya pun enak dilihat
Sorot matanya tajam
Dan aku baru tahu ada lelaki yang tidak gatel
Dua bulan sudah
JIka aku yang mengoda, lumrah bagi dia
Dua bulan sudah
Ku suruh wanita lain menggodanya
Dua bulan sudah
Dia memang lelaki sopan
Tapi mudah tergoda pada wanita
Ya, itu terlihat jelas!
Baru terselusuri kisah-kisah lalunya
Dia antara empat sekawan wanita
Menggagumi dia sekaligus mendambakanya
Ke-empat-empatnya menawarkan cintanya
dan Ke-emapt-empatnya dilahap semua cinta mereka itu
Olala..Olala..
Di balik tingkah laku dan rupamu
Kau lemah akan wanita..
Olala..Olala..
Seharusnya aku buktikan sedari dulu
Tak apa, tadi malam, semua sudah terjawab!!
Minggu, 06 Maret 2011
Minggu, 26 Desember 2010
Malam Penuh Cumbuan
Tidak ada hujan seperti biasanya
Hanya angin berhembus kencang
Marasuki tulang-tulang
Cinta itu akhirnya datang
Secara bertubi-tubi tanpa mengetuk
Dan membiarkan ia menemani
Banyak kata-kata indah bermunculan
Namun tak kuasa membalasnya dengan keindahan kalimat
Tapi ia mengerti
Diberinya cumbuan berkali-kali
Tidak habis-habis, Tidak bosan-bosan
Malah, aku sekranng ketagihan
Bagaimana kalo esok aku tidak mendapatkan cumbuan itu lagi?
**Ditulis hanya setelah membaca tulisan yang cantik2 dan aku terbius olehnya
Hanya angin berhembus kencang
Marasuki tulang-tulang
Cinta itu akhirnya datang
Secara bertubi-tubi tanpa mengetuk
Dan membiarkan ia menemani
Banyak kata-kata indah bermunculan
Namun tak kuasa membalasnya dengan keindahan kalimat
Tapi ia mengerti
Diberinya cumbuan berkali-kali
Tidak habis-habis, Tidak bosan-bosan
Malah, aku sekranng ketagihan
Bagaimana kalo esok aku tidak mendapatkan cumbuan itu lagi?
**Ditulis hanya setelah membaca tulisan yang cantik2 dan aku terbius olehnya
Selasa, 14 September 2010
Ssssttt....Ada Apa Di Toilet Wanita
B. Terhadap Wanita yang Jatuh Cinta dengan Bosnya
Cermina:
Dia melihatku sekilas saja.
Riasannya belum pudar. Masih manis!
….............Lalu…………………
…Bip..Bip..Bip…
Pintura:
Menengok ke kanan dan ke kiri. Sepiii !
Langsung mendorongku dan mengunciku.
Toiletta:
Segera ia menutup bagian atasku.
Mendudukiku dan Dijawablah panggilan dari HP-nya.
Aku merasakan kegembiraannya.
Bisikan suara menyapa penuh cinta.
Terucap nama, lokasi dan waktu.
Kemudian diakhiri kecupan mesra.
Cermina, Pintura dan Toiletta:
Huh..Dia tak menghiraukan kami.
Ternyata..Oh Ternyata..Ada cinta terlarang
Antara wanita itu dengan Sang Bos Tampan
Bos yang telah memilki seorang istri.
Biarlah kami dicuekin, yang terpenting
Kami mendapatkan gossip perselingkuhannn..Asyikkkk!!!...
Cermina:
Dia melihatku sekilas saja.
Riasannya belum pudar. Masih manis!
….............Lalu…………………
…Bip..Bip..Bip…
Pintura:
Menengok ke kanan dan ke kiri. Sepiii !
Langsung mendorongku dan mengunciku.
Toiletta:
Segera ia menutup bagian atasku.
Mendudukiku dan Dijawablah panggilan dari HP-nya.
Aku merasakan kegembiraannya.
Bisikan suara menyapa penuh cinta.
Terucap nama, lokasi dan waktu.
Kemudian diakhiri kecupan mesra.
Cermina, Pintura dan Toiletta:
Huh..Dia tak menghiraukan kami.
Ternyata..Oh Ternyata..Ada cinta terlarang
Antara wanita itu dengan Sang Bos Tampan
Bos yang telah memilki seorang istri.
Biarlah kami dicuekin, yang terpenting
Kami mendapatkan gossip perselingkuhannn..Asyikkkk!!!...
Kamis, 09 September 2010
"Sperma-Sperma"
“Sperma-sperma”
..Kami segerombolan sperma
..Berada dalam tubuh wanita
..Kami saling berkejaran
..Menuju tempat tujuan
..Tepat di pintu rahim
..Kami sekuat tenaga
..Masuk ke dalam buah rahim
..Ada yang kesusahan
..Ada yang mudah
..Beberapa dari kami berseru:
Sperma A: “ Ach, aku tidak mau menjadi bayi yang tidak punya Bapak.”
Sperma B: “Kenapa? Tidakkah kau lihat perempuan ini telah bersusah payah untuk membeli kita dengan harga yang tinggi?”
Sperma A: “Iya, tapi jika besar nanti kita tidak pernah tahu keberada Tuan kita.”
Sperma B: “Lebih baik kita menjadi bayi, daripada gerombolan sperma di sebelah sana yang hanya disia-siakan oleh para penjinah.”
Sperma A:” Hahaha..Oke, bantu aku masuk yah..Rada sulit nih.”
Sperma B: “Siap-siap yah. Aku dorong sekarang.”
..”Yeachhhhhh…” Kami berteriak kencang
..Karena salah satu dari kami akan menjadi seorang bayi..
January 16th,2005
..Kami segerombolan sperma
..Berada dalam tubuh wanita
..Kami saling berkejaran
..Menuju tempat tujuan
..Tepat di pintu rahim
..Kami sekuat tenaga
..Masuk ke dalam buah rahim
..Ada yang kesusahan
..Ada yang mudah
..Beberapa dari kami berseru:
Sperma A: “ Ach, aku tidak mau menjadi bayi yang tidak punya Bapak.”
Sperma B: “Kenapa? Tidakkah kau lihat perempuan ini telah bersusah payah untuk membeli kita dengan harga yang tinggi?”
Sperma A: “Iya, tapi jika besar nanti kita tidak pernah tahu keberada Tuan kita.”
Sperma B: “Lebih baik kita menjadi bayi, daripada gerombolan sperma di sebelah sana yang hanya disia-siakan oleh para penjinah.”
Sperma A:” Hahaha..Oke, bantu aku masuk yah..Rada sulit nih.”
Sperma B: “Siap-siap yah. Aku dorong sekarang.”
..”Yeachhhhhh…” Kami berteriak kencang
..Karena salah satu dari kami akan menjadi seorang bayi..
January 16th,2005
Kamis, 27 Mei 2010
Umpatan 27 Mei
Umpatan-umpatan 27 Mei 2010
Aku bosan menggunung menulis dan membaca tentang cinta.
Berputar di sekitar itu saja. Cinta. Cinta.cinta,…sudah habiskah ide selain cinta?
Aku berkecamuk tak bersudahan di suruh menanti pernikahan sakral.
Biarlah aku sendiri di ruang kebahagiaan ku yang banyak memberi renungan.
Aku benci mampus terhadap PLAGIAT.
Apalagi plagiat ide, sudah terkuraskah anda dalam berimajinasi dan berkreasi?
Aku terheran burja melihat anak-anak tk dan sd, tidak bisa berbahasa Indonesia.
Mereka menjadi pintar. Orang tua atau guru yang menjadi bodoh lupa mendidik akan Indonesia.
Aku jijik terlalu jijik terhadap film Indonesia bertema kacangan.
Apakah lebih mudah menjual seks dari pada hal lainnya yang banyak bermanfaat?
Aku tak habis-habisnya bertanya” Mengapa teroris tiada habisnya dan semakin tumbuh?”
Benih-benih apa yang tlah tertancap di benak mereka. Apa mereka harus diajarkan lagi yang di larang dan diperbolehkan oleh Tuhan?
Aku terkesan meluap kan kisah cinta ‘Ainun dan B.J. Habibie’.
Generasi muda sekarang tuk bertahan 5 tahun saja itu sudah bagus. Bah. Ada apa gerangan kisah cinta anak muda masa kini?
Aku teriris-iris pilu melihat pemandangan kemiskinan negeri ini.
Negeri ini kaya raya, tapi mengapa mereka miskin di atas kekayaan tanahnya. Apa mereka sengaja di miskinkan?
Aku teramat cinta Indonesiaku yang tersungguh indah nun cantik.
Suatu pemerintahan yang tolol membiarkan pihak asing mengelola dan memberi mereka hak penuh terhadap wisata Indonesia. Keliling Eropa pun aku sekarang enggan, lebih baik melirik bumi pertiwi ini.
Aku geram bukan main pada koruptor dan penegak hukumnya.
Tidak sadar kah mereka membuat nusantara perlahan keropos menjadi kering. Aku tak mau negeri ini miskin di masa datang karena ulah mereka.
Aku gemas mendengar band-band baru , semua memainkan jenis music melayu.
Oh sungguh kasian kalian, telah diperbudak producer yang berpikir keras music komersil. Seni music itu bukan hanya sekedar mengumpulkan pundi-pundi, oleh karena itu belajar lah tentang seni bernilai tinggi sesungguhnya, anak muda!
Aku terbuka terang menderang akan sang malam, aku terlelap terkulai lemas akan sang siang.
Tapi bidadari pun tak tampak di malam ku, mau dibawa kemana jiwa-jiwa ku melayang? Yang aku tahu, aku masih berpijak dalam satu cita ku.
Aku kesal pada seorang temanku yang mendewakan dirinya.
Huh, aku sudah tidak mengenalnya lagi, semakin hari dia semakin jauh dari jangkauan ku.
Aku resah menanti hujan berhenti. Aku bisa kehilangan “ Alangkah Lucunya Negeri Ini”.
Untungnya aku masih bisa diberi kesempatan untuk menikmati film itu. Film yang di buat apik dengan ide-ide super ditunjang artis-artis yang berkarakter memainkan peran yang besar hingga peran yang kecil. Suatu film yang cukup lucu menghibur akan tema negeri ini yang lucu. Ya lucu karena buta atau pura-pura buta pemerintahnya tidak melihat ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Bagaimana pun film ini telah membuatku tersenyum dan lupa akan umpatan-umpatan hatiku di hari ini.
Aku bosan menggunung menulis dan membaca tentang cinta.
Berputar di sekitar itu saja. Cinta. Cinta.cinta,…sudah habiskah ide selain cinta?
Aku berkecamuk tak bersudahan di suruh menanti pernikahan sakral.
Biarlah aku sendiri di ruang kebahagiaan ku yang banyak memberi renungan.
Aku benci mampus terhadap PLAGIAT.
Apalagi plagiat ide, sudah terkuraskah anda dalam berimajinasi dan berkreasi?
Aku terheran burja melihat anak-anak tk dan sd, tidak bisa berbahasa Indonesia.
Mereka menjadi pintar. Orang tua atau guru yang menjadi bodoh lupa mendidik akan Indonesia.
Aku jijik terlalu jijik terhadap film Indonesia bertema kacangan.
Apakah lebih mudah menjual seks dari pada hal lainnya yang banyak bermanfaat?
Aku tak habis-habisnya bertanya” Mengapa teroris tiada habisnya dan semakin tumbuh?”
Benih-benih apa yang tlah tertancap di benak mereka. Apa mereka harus diajarkan lagi yang di larang dan diperbolehkan oleh Tuhan?
Aku terkesan meluap kan kisah cinta ‘Ainun dan B.J. Habibie’.
Generasi muda sekarang tuk bertahan 5 tahun saja itu sudah bagus. Bah. Ada apa gerangan kisah cinta anak muda masa kini?
Aku teriris-iris pilu melihat pemandangan kemiskinan negeri ini.
Negeri ini kaya raya, tapi mengapa mereka miskin di atas kekayaan tanahnya. Apa mereka sengaja di miskinkan?
Aku teramat cinta Indonesiaku yang tersungguh indah nun cantik.
Suatu pemerintahan yang tolol membiarkan pihak asing mengelola dan memberi mereka hak penuh terhadap wisata Indonesia. Keliling Eropa pun aku sekarang enggan, lebih baik melirik bumi pertiwi ini.
Aku geram bukan main pada koruptor dan penegak hukumnya.
Tidak sadar kah mereka membuat nusantara perlahan keropos menjadi kering. Aku tak mau negeri ini miskin di masa datang karena ulah mereka.
Aku gemas mendengar band-band baru , semua memainkan jenis music melayu.
Oh sungguh kasian kalian, telah diperbudak producer yang berpikir keras music komersil. Seni music itu bukan hanya sekedar mengumpulkan pundi-pundi, oleh karena itu belajar lah tentang seni bernilai tinggi sesungguhnya, anak muda!
Aku terbuka terang menderang akan sang malam, aku terlelap terkulai lemas akan sang siang.
Tapi bidadari pun tak tampak di malam ku, mau dibawa kemana jiwa-jiwa ku melayang? Yang aku tahu, aku masih berpijak dalam satu cita ku.
Aku kesal pada seorang temanku yang mendewakan dirinya.
Huh, aku sudah tidak mengenalnya lagi, semakin hari dia semakin jauh dari jangkauan ku.
Aku resah menanti hujan berhenti. Aku bisa kehilangan “ Alangkah Lucunya Negeri Ini”.
Untungnya aku masih bisa diberi kesempatan untuk menikmati film itu. Film yang di buat apik dengan ide-ide super ditunjang artis-artis yang berkarakter memainkan peran yang besar hingga peran yang kecil. Suatu film yang cukup lucu menghibur akan tema negeri ini yang lucu. Ya lucu karena buta atau pura-pura buta pemerintahnya tidak melihat ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Bagaimana pun film ini telah membuatku tersenyum dan lupa akan umpatan-umpatan hatiku di hari ini.
Sabtu, 15 Mei 2010
Puisi Untuk Sahabat
Aku terkenang tanpa tersisa
Masih tertanam prilaku di masa remaja
Masa-masa kekonyolan penuh banyolan
Aku terhentak melihat waktu…
Ya, waktu yang berlari kencang, aku tidak mengejarnya, tapi dia terus memburuku.
Aku tak muda lagi
Aku masih penuh kekonyolan
Aku kan tetap berbanyol ria
Apa aku salah dengan itu…
Telah beberapa kali reuni aku hadiri, dan aku masih mencari kelakuan-kelakuan sahabat-sahabatku di masa lalu. Sayangnya, aku tidak menemukan itu lagi. Kekesalan timbul di hati ku. Mereka tampak serius. Di kala aku melontarkan kalimat-kalimat penuh kelucuan, mereka hanya tertawa datar. Aku pikir, mereka tak seharus begitu, hidup ini sudah berat, tertawa terbahak-bahak lah selebar mungkin untuk meringankan perjalanan kehidupan ini. Aku cari semua jawaban mengenai hal ini dan kini aku mengerti. Meskipun aku terus belajar tentang metamorphosis hidup ini.
Aku melihat, sebagian dari mereka telah menjadi Raja pengusaha
Aku melihat, aura bahagia mereka yang telah miliki sebuah keluarga
Aku melihat, kesakitan masa lalu mereka telah di lalui oleh pertobatan
Aku melihat, kepahitan yang dialami telah menjadi sebuah anugerah
Aku melihat, mereka membuang yang sia-sia dan menuju yang terpenting
Sebenarnya mereka tidak sedatar seperti tampaknya. Memang mereka hanya mendengarkan aku sebentar. Mereka hanya berkata: “ Berbicara lah dengan Sang Penguasa. Ajukan lah permintaan-permintaan mu dan tetaplah berjalan menuju mimpi-mimpimu tanpa melewati arah menuju SinggasaNya.”
Terlalu religious kah? Tapi memang itu alasan manusia harus mengejar waktu dan memanfaatkan setiap detiknya waktu yang diberikan dengan bermanfaat dan bersyukur.
Sahabat tak pernah menjadi musuh
Kalau pun musuh, kau lah seharusnya membuka jendela hati
Sahabat kan tetap menyimpan album kenangan itu
Dan kenangan hanyalah kenangan. Tak mungkin di ulang kembali
Masa depan tlah menyosong di hadapan tuk di raih
Dan pasti dia akan hadir, krana dia tlah bernegoisasi dengan sgala usaha kita
Banyak sahabat, banyak jua melihat kisah-kisahnya, dan ini tidak sekedar dongeng
Dari setiap sahabat, kan terpetik proses yang di tabur hingga ia menuai nya
Sahabat selalu kan membekas di hati kita, seperti kekasih-kekasih kita waktu dulu
Mereka kan tetap mendengar dan juga butuh pendengar, mencintai juga di cintai, tanpa sadar mereka aku telah menghisap ilmu-ilmu dari metamorphosis ini. Terima kasih Sahabat-sahabatku…
Senin, 03 Mei 2010
Kau Adalah Keindahan
Sadarkah kau telah menjadi sebuah keindahan,
Bunga-bunga berseri menari di musim semi,
Para bidadari tlah turun dari langit khayangan,
Tuk menghampiri jiwa yang lenyap begitu lamanya…
Keindahanmu memompa detak jantungku,
Sinar wajahmu membangunkan segala aku,
Akan terlelapnya ku dari tidur panjangku,
Mensirnakan luka dan kepedihan di kisahku…
Kau hal terindah yang pernah ku miliki,
Mampu hadir sampai di usiaku kini,
Kau menghidupkan aku begitu hidup,
Membangkitkan aku begitu bergelora…
Cintamu, suatu yang luar biasa,
Tak pernah terbesit di benakku,
Hatimu bagai kilauan mutiara,
Semakin indah saja kehadiranmu…
Di malam ini, aku teringat dirimu,
Bola mata yang menundukan aku,
Rasa sayang lebihi lautan samudera,
Kau katakan dengan indah padaku,
” Aku cinta padamu tidak hanya untuk hari ini,
Juga bukan karena hari-hari yang lalu,
Tapi untuk saat ini dan selamanya.”
December 5th, 2009
Langganan:
Postingan (Atom)